BALI SAUNA

← Journal

Itinerary Wellness Sehari di Ubud (Dengan Sauna sebagai Porosnya)

4 Agustus 2026·8 min read·BALI SAUNA

Hari wellness yang enak di Ubud bukan hari yang padat jadwal. Cukup jalan pagi atau kelas yoga, lalu sesi sauna dan herbal steam di BALI SAUNA + KAYUN HERBAL STEAM di Mas Village — idealnya pas buka jam 8:00, saat dome masih nyaris kosong — lanjut makan siang panjang, satu pura yang dikunjungi dengan sopan, dan tidur cepat. Halaman ini menyusun hari itu jam demi jam, lengkap dengan detail kecil yang bikin rencananya benar-benar jalan.

Ubud itu ramah pada orang yang tidak ngoyo. Kotanya penuh studio, healer, dan menu jus, jadi gampang sekali tanpa sadar menyusun jadwal yang rasanya seperti kerja. Versi di bawah ini cuma punya satu jangkar — sauna — dan sisanya ditata longgar di sekitarnya.

Kenapa saunanya di pagi hari

Kebanyakan orang menaruh sauna di akhir hari, sebagai hadiah. Di Ubud, slot yang lebih pas justru di awal.

Alasannya dua.

Pertama, soal suhu. Pagi di Ubud sejuk — sering 22 atau 23°C sebelum jam sembilan. Masuk dari udara sejuk ke dome 90°C, lalu nyebur ke air 17°C atau 5°C, memberi kontras penuh yang memang jadi inti latihan ini. Menjelang sore, panas udara sudah memangkas sebagian kontras itu, dan istirahat di antara ronde jadi kurang nyaman.

Kedua, efek sesinya ke sisa hari. Siklus panas-dingin-istirahat meninggalkan beberapa jam yang tenang — perhatian yang kalem dan tidak buru-buru, yang jauh lebih berharga jam sepuluh pagi daripada jam sembilan malam, saat Anda toh sudah mau tidur. Mekanisme kondisi itu sudah kami tulis lebih detail di artikel lain di jurnal ini; versi singkatnya: rasa tenangnya bukan sugesti, dan tahan lama.

Lokasi Ubud kami buka jam 8:00 — lebih pagi dari hampir semua tempat di kota ini kecuali sawah. Jam pertama itulah rahasianya. Fire pit sudah menyala, areanya sepi, dan air plunge sedang di suhu terdinginnya sepanjang hari.

6:00 — Sawah atau matras

Mulailah sebelum panasnya mulai.

Kalau mau jalan kaki, jalur punggung bukit di utara pusat Ubud adalah pilihan klasik — jalan datar dan santai di antara terasering sawah, sekitar satu jam dengan langkah pelan. Berangkatlah saat matahari terbit. Jam 8:30 jalurnya sudah panas dan ramai; jam 6:15, dua-duanya belum. Bawa uang tunai kecil untuk kotak donasi yang sesekali muncul dan kopi di salah satu warung di sepanjang jalan.

Kalau lebih suka diam di tempat, studio yoga di Ubud punya kelas pagi, kebanyakan mulai antara 7:00 dan 7:30. Kelas gentle atau hatha lebih cocok untuk hari ini daripada vinyasa yang berat — sebentar lagi Anda akan menghabiskan sembilan puluh menit bolak-balik antara panas 90°C dan air 5°C, tidak perlu datang dalam kondisi terkuras.

Apa pun pilihannya, minum air. Lebih banyak dari yang terasa perlu. Sauna akan mengambil banyak di antaranya kembali.

8:00 — Ritual herbal di Mas Village

Mas Village ada sekitar lima belas menit di selatan pusat Ubud, di Jl. Raya Mas — desa ukir kayu, lebih sepi dari kota, dengan bengkel seni di kedua sisi jalan. Fasilitas kami di No.51.

Datang pas jam buka mengubah sesinya. Dome sauna berjalan di 90°C. Ada dua kolam dingin — satu di 17°C, dingin yang masih bersahabat dan kebanyakan orang bisa duduk di dalamnya beberapa menit, dan satu di 5°C, yang urusannya beda sama sekali. Di antara ronde ada fire pit di bawah pepohonan, dan yoga shala.

Yang membedakan lokasi Ubud dari sauna biasa adalah rak apothecary — lebih dari 15 macam herbal Bali yang disiapkan untuk panas. Pegagan, yang mungkin Anda kenal sebagai gotu kola. Kayu putih, yang di rumah-rumah Indonesia dipakai untuk hampir segalanya. Racikan boreh, pasta rempah penghangat yang dipakai petani Bali turun-temurun. Anda pilih sendiri herbalnya, isi kantong teh dengan tangan sendiri; kantong itu diseduh jadi teh herbal yang pekat, dan teh itulah löyly-nya — air yang disiramkan ke batu. Bukan aroma oil sintetis seperti di kebanyakan sauna, tapi herbal asli, benar-benar diekstrak, dan Anda yang memilih. Kebetulan pula, nama Ubud berasal dari kata Bali ubad — obat, tanaman penyembuh; uap seperti ini memang cuma bisa dicicipi di kota yang namanya diambil dari kata obat. Urutan lengkapnya ada di halaman ritual herbal; layak dibaca sebelum datang, walau tidak ada yang perlu disiapkan.

Ritme yang enak untuk kunjungan pertama: dua belas sampai lima belas menit di dome, lalu plunge 17°C, lalu sepuluh menit duduk saja dekat api. Ulangi. Di ronde kedua atau ketiga, coba air 5°C — sebentar saja. Tiga puluh detik sudah lebih dari cukup untuk pertama kali. Setelah itu istirahatlah lebih lama dari yang terasa "produktif". Justru di istirahat itulah semuanya terjadi.

Tiga ronde makan waktu sekitar sembilan puluh menit. Tidak perlu booking — datang langsung boleh, tapi kirim pesan WhatsApp dulu (+62 813-3921-110) adalah cara paling gampang untuk cek seberapa ramai paginya.

Satu catatan jujur, karena kami lebih suka bilang terang-terangan: air plunge memakai kaporit dan dikelola setiap hari. Di iklim tropis, itulah yang membuat air dingin aman dipakai bersama, dan kami lebih memilih memberi tahu daripada membiarkan Anda bertanya-tanya.

10:30 — Jam ngopi yang pelan

Anda akan keluar dari sesi dengan lapar yang khas — pengin sesuatu yang beneran, bukan camilan.

Ubud jago urusan makan setelah sauna. Kotanya penuh kafe yang dibangun untuk sarapan panjang: smoothie bowl kalau itu selera Anda, tapi juga nasi campur, gado-gado, sourdough yang enak, dan kopi serius dari biji Kintamani yang tumbuh satu jam di utara. Mas Village sendiri punya warung di sepanjang jalan utama; pusat Ubud, lima belas menit jauhnya, pilihannya lebih luas.

Dua saran, apa pun pilihannya. Pertama, makan lebih banyak dari biasanya — sesi sauna penuh itu kerja fisik sungguhan, dan sore hari bakal berantakan kalau perut kosong. Kedua, duduklah dulu sehabis makan. Satu jam setelah sauna bukan waktunya efisien-efisienan. Pesan kopi kedua. Lihat jalanan. Bagian itinerary inilah yang paling sering dilewati orang, padahal paling dibutuhkan.

Kalau sambil makan Anda membandingkan dua lokasi kami: rooftop Kuta — BALI SAUNA + HOKKAIDO ICEBATH — punya kontras yang lebih ekstrem (ice bath 7°C di bawah langit terbuka) dan cocok untuk jadwal hari pantai; harga masuk terbaru keduanya ada di halaman harga.

13:00 — Satu pura, dengan cara yang benar

Tengah hari adalah waktu terburuk untuk aktivitas fisik di Bali, dan waktu yang pas untuk pura.

Pura milik Mas Village sendiri adalah Pura Taman Pule, dan ada situs yang lebih besar dan lebih terkenal dalam jarak tempuh singkat dari pusat Ubud. Pilih satu. Bukan tiga.

Tata kramanya sederhana dan layak dilakukan dengan benar:

  • Pakai kamen (sarung) dan selendang. Kebanyakan pura meminjamkan atau menyewakannya di pintu masuk; membawa sendiri gampang dan selalu tepat.
  • Tutupi bahu. Berlaku untuk semua orang, bukan hanya perempuan.
  • Jangan masuk ke halaman dalam saat ada upacara kecuali dipersilakan, dan jangan pernah memanjat bangunan demi foto.
  • Perempuan yang sedang haid diminta tidak masuk — ini aturan Hindu Bali, tertulis di kebanyakan gerbang, dan dihormati tanpa perlu diperdebatkan.
  • Kalau sedang ada upacara, duduklah lebih rendah dari pemangku, pelankan suara, dan biarkan acaranya jadi milik mereka — bukan konten Anda.

Tidak ada yang rumit di sini. Pura di Bali pertama-tama adalah tempat ibadah yang hidup, baru kemudian destinasi, dan pengunjung yang bersikap sesuai itu disambut dengan kehangatan yang sungguh-sungguh.

16:00 — Jam-jam tanpa jadwal

Biarkan sore hari kosong. Benar-benar kosong — bukan "kosong" dengan tiga rencana cadangan.

Pilihan, dari yang paling butuh tenaga: kawasan Campuhan untuk jalan pendek begitu cahayanya melembut; pijat tradisional, yang terasa beda di otot yang sudah melewati panas dan dingin; museum seni, yang ber-AC dan sering diremehkan; atau kolam renang penginapan plus sebuah buku.

Jawaban yang benar adalah yang tidak membuat Anda terburu-buru.

19:00 — Malam yang dibikin kecil

Makan malam di Ubud bisa apa saja, dari warung malam sampai tasting menu. Setelah hari sauna, badan biasanya memilih yang hangat dan tidak larut.

Kalau kebetulan malamnya pas, pertunjukan tari legong atau kecak jadi penutup yang bagus — satu jam api dan gamelan, duduk saja, tidak diminta ikut apa-apa. Kalau tidak, ini hari yang boleh selesai jam 21:30 tanpa perlu minta maaf.

Satu soal keselamatan yang kami ulang di mana-mana, karena penting: kalau malamnya melibatkan alkohol, ice bath untuk hari itu sudah selesai. Jangan pernah cold plunge setelah minum — jawabannya selalu tidak, di tempat kami maupun di mana pun. Alkohol menumpulkan persis refleks yang diuji air dingin. Sauna dulu, minum setelahnya, jangan pernah dibalik.

Menyesuaikan harinya

Bepergian dengan anak: anak mulai 7 tahun boleh ikut sauna dengan tarif 50.000 IDR, dan slot pagi paling cocok untuk mereka — lebih sejuk, lebih sepi, dan plunge 17°C sudah cukup jadi petualangan. Detailnya ada di halaman FAQ.

Waktu mepet: versi padat dari hari ini adalah sesi sauna jam 8:00 plus satu kafe. Kombinasi itu saja — sembilan puluh menit panas dan dingin lalu sarapan pelan — adalah dua setengah jam paling bernilai di seluruh itinerary ini.

Menginap di Kuta: struktur yang sama bisa dipakai di sekitar rooftop Kuta, tinggal ganti jalan sawah dengan pantai saat matahari terbit. Dan di hari Sabtu, sauna party akan segera hadir di rooftop itu — malam mulai jam 18:00, detailnya menyusul di halaman event begitu pasti.

Kalau Anda datang

BALI SAUNA + KAYUN HERBAL STEAM ada di Jl. Raya Mas No.51, Mas Village, sekitar lima belas menit di selatan pusat Ubud. Buka setiap hari 8:00–21:00. Tiket masuk 250.000 IDR — satu harga untuk semua; anak mulai 7 tahun 50.000 IDR. Tidak perlu reservasi — tapi pesan WhatsApp ke +62 813-3921-110 adalah cara termudah untuk bertanya apa pun sebelum datang.

Datanglah jam delapan. Apinya sudah menyala.

ubuditinerarywellnesssaunaherbal steamcold plungeliburan bali